Langsung ke konten utama

Kuliah Kerja N..gapain aja sih?

KKN bersama 10 orang satu jurusan yang sama tetapi beda pergaulan ini memang tak perlu lagi adanya pdkt, hanya butuh sedikit penyesuaian dengan lingkungan. Yang dikhawatirkan adalah mood ini yang tidak bisa selalu diajak kompromi selama 40 hari dengan orang-orang yang selama ini mungkin tidak terlalu mengenali kemoodyan dan besarnya kegengsian ini. 9 orang berangkat tepat setelah pelepasan di kampus, berbeda denganku yang harus terlebih dahulu membantu pelaksanaan pertandingan bulutangkis dikampus. Baru mulai sudah menghabiskan jatah izin 4 hari, tak ada senang atau sedih yang pasti tak ada pilihan lain. Menepati janji teman untuk membantu pelaksanaan hajat besar ukmnya itu menjadi rasa tidak enak terhadap teman-teman KKN yang bukan orang baru.

Menyusul ke posko dengan 5000 rupiah tiket kereta lokal menuju stasiun padalarang menjadi pengalaman baru lagi. Seru. Datang dengan keadaan hati yang cukup baik walaupun sebelumnya mendapatkan kejadian yang luar biasa mengagetkan. Disambut baik dengan langsungnya pembuatan time schedule program selama 40 hari dan pembuatan list izin untuk mereka yang belum menghabiskan jatahnya. Iya punyaku sudah habis iya. Dari hari pertama datang sampai 9 hari keadaan hati masih baik, kecuali rasa tiba-tiba ingin cheese cake, nonton, beli polaroid, dan ke dufan.

Makan terjamin, jajan selalu, masak mie malam-malam, gimana ga naik berat badan kalo begini. Satu-satunya yang sedikit menyelamatkan adalah senam seminggu 3 kali sama ibu-ibu didesa, itupun bikin badan jadi leklok sesaat. Tiap pagi dinginnya luar biasa, bangun jam 5 lebih untuk bersubuh menggigil karena wudhu. Mandi jam 9 aja masih tak kuasa, cuci muka langsung kerasa beku dan mati rasa, entah muka ini sudah bersih dari sabun muka atau belum, makin dibersihkan malah makin tak terasa apapun.

Banya hal yang terjadi disini. Pendekatan dengan masyarakat beragam usia. Pagi-pagi ngajar PAUD sampai siang pelatihan ibu-ibu. Menyusuri dari rumah ke rumah. Hidup bersama oranglain selama 40 hari mulai sadar, aku tak sebaik yang aku kira, tak sekreatif yang aku kira, tak sepeka yang aku kira dan tak semenyedihkan yang aku kira. Tapi sesuai dugaan mood ini sudah tak bisa dibendung lagi. Setelah 13 hari keluar semua perasaan tidak enak ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangis Dapat Menyelesaikan Masalah

            Masalah menjadi hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia menyelesaikan masalah adalah hal yang wajib untuk dapat meneruskan hidup. Dengan masalah yang begitu beragam, kita sering sekali tidak tahan dalam menghadapinya. Bahkan terkadang kita meneteskan air mata ketika masalah itu membuat diri kita tidak berdaya. Beberapa orang beranggapan menangis adalah tindakan bodoh, dan berkata bahwa menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Faktanya sekitar 89% orang merasa lebih baik sesaat setelah menangis. Beberapa ahli mengatakan air mata yang dihasilkan karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan mood seseorang. Terlalu banyak kadar mangan juga dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, dan perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan tersebut, dan membuat seseorang lebih merasa tenang. Menangi...

Hubungan persahabatan itu lebih ribet dari pada pacaran tapi tidak akan sekental darah

Bukannya ga menikmati lingkaran pertemanan ini, cuman lebih ribet harus menyesuaikan diri dengan lebih dari 1 orang. Belum menjaga perasaannya, jadi jika sakit hati pun sakitnya berlipat. Apa efek baper berkepanjangan? Tapi saking panjangnya sampe ga ada ujungnya. Apa efek karakter yg ga bisa menyesuaikan? Tapi masa cuma sendiri yg harus berjuang. Dikiranya ga akan ada yg namanya pilih kasih, tapi ternyata kerasa banget. Bilangnya ga suka kalo ada yg baper melebihi status teman tapi seperti sekedar bacotan. Pada akhirnya cuma kalimat ini yg terlintas "ah sudahlah, aku masih punya Allah dan keluarga yg lebih pantas aku pikirkan." Bukannya tidak peduli tapi air tidak akan pernah menjadi sekental darah. Bukannya tidak senang, malah akan selalu bersyukur atas semua karunia ini apapun bentuknya.