Pertanyaan yang sering diterima dari temen-temen deket. Temen-temen yang udah sering banget curhat soal masalah mereka, seperti sebuah transaksi mereka juga ingin aku terbuka. Tapi sulit, percayalah aku sudah sering mencoba, beberapa kali aku berusaha berfikir bahwa ini bisa aku ceritakan. Tapi memang tidak semua orang dengan mudah untuk aku percaya. Bukan soal seberapa tidak pentingnya seseorang sehingga aku belum bisa percaya terhadapnya, tapi ini soal seberapa kuatnya aku akan bisa menerima respon yang akan diberikan setelah aku cerita berkeluh kesah.
Awalnya ga tau harus ngomong dari mana, belum tau akar masalahnya apa, belum bisa memahami diri sendiri. Ketika itu ga mau jadi malah salah ngomong sehingga membuat orang berpandangan yang berbeda dan bahkan diakhiri dengan respon yang ga diharapkan. Seringnya masalah yang dihadapi hanya sekedar angin lalu, cukup direnungkan sendiri setelah itu hilang sudah bahkan mengenai memorinya. Kadang bener-bener sampe lupa kemarin sedih karena apa, karna otak memberikan sugesti untuk melupakan pada diri sendiri, jadi ketika ada yang bertanya kenapa sudah lupa semua masalahnya dan bingung untuk menjawab dan akhirnya hanya keluar kata "gapapa kok".
Sekarang, mulai bisa menemukan orang-orang yang bisa diajak untuk bertukar cerita, tapi mungkin masih bingung bagaimana menjadi teman cerita yang baik. Masih ngerasa bukan menjadi teman cerita yang baik, mungkin karena sebagian sifatku yang phlegmatis ini atau bisa dibilang apatis. Jadi ketika aku tidak bisa menjadi teman cerita yang baik dan transaksi itu tidak dapat berjalan dengan baik, kadang aku memilih untuk bahkan tidak melakukan transaksi dari awal. Ketakutan. Semua berlandaskan dari ketakutan. Terlalu takut, terlalu khawatir, dan akhirnya terlalu tidak percaya.
Dan sekarang akibatnya? Sedikit sekali orang yang percaya kepadaku. Dulu aku merasakan banyak sekali orang-orang yg dapat cerita dengan terbuka tentang masalahnya terhadapku tanpa harus aku juga menceritakan sesuatu tentang hidupku. dan kepercayaan mereka memberikan sebuah energi posistif diluar aku bisa memberikan mereka solusi atau tidak. Tapi sekarang, tidak semudah itu untuk mendapatkan kepercayaan itu lagi. Terlalu sulit untuk aku yang tidak terbiasa bercerita untuk membalas keterbukaan mereka. Hingga akhirnya tidak ada energi positif lagi yang dapat memberi warna dalam hidup ini. Polos. Seperti ini hanya sebuah udara hampa tanpa adanya kehidupan. Sedih iya. Terlalu bingung apa yang salah dan harus dibenahi.
Awalnya ga tau harus ngomong dari mana, belum tau akar masalahnya apa, belum bisa memahami diri sendiri. Ketika itu ga mau jadi malah salah ngomong sehingga membuat orang berpandangan yang berbeda dan bahkan diakhiri dengan respon yang ga diharapkan. Seringnya masalah yang dihadapi hanya sekedar angin lalu, cukup direnungkan sendiri setelah itu hilang sudah bahkan mengenai memorinya. Kadang bener-bener sampe lupa kemarin sedih karena apa, karna otak memberikan sugesti untuk melupakan pada diri sendiri, jadi ketika ada yang bertanya kenapa sudah lupa semua masalahnya dan bingung untuk menjawab dan akhirnya hanya keluar kata "gapapa kok".
Sekarang, mulai bisa menemukan orang-orang yang bisa diajak untuk bertukar cerita, tapi mungkin masih bingung bagaimana menjadi teman cerita yang baik. Masih ngerasa bukan menjadi teman cerita yang baik, mungkin karena sebagian sifatku yang phlegmatis ini atau bisa dibilang apatis. Jadi ketika aku tidak bisa menjadi teman cerita yang baik dan transaksi itu tidak dapat berjalan dengan baik, kadang aku memilih untuk bahkan tidak melakukan transaksi dari awal. Ketakutan. Semua berlandaskan dari ketakutan. Terlalu takut, terlalu khawatir, dan akhirnya terlalu tidak percaya.
Dan sekarang akibatnya? Sedikit sekali orang yang percaya kepadaku. Dulu aku merasakan banyak sekali orang-orang yg dapat cerita dengan terbuka tentang masalahnya terhadapku tanpa harus aku juga menceritakan sesuatu tentang hidupku. dan kepercayaan mereka memberikan sebuah energi posistif diluar aku bisa memberikan mereka solusi atau tidak. Tapi sekarang, tidak semudah itu untuk mendapatkan kepercayaan itu lagi. Terlalu sulit untuk aku yang tidak terbiasa bercerita untuk membalas keterbukaan mereka. Hingga akhirnya tidak ada energi positif lagi yang dapat memberi warna dalam hidup ini. Polos. Seperti ini hanya sebuah udara hampa tanpa adanya kehidupan. Sedih iya. Terlalu bingung apa yang salah dan harus dibenahi.
Komentar
Posting Komentar