Langsung ke konten utama

Narative "The Legend of Malin Kundang"


 Pasti udah biasa kalo disekolah bahasa inggris belajar tentang narative, waktu SMP saya pernah disuruh untuk mencari sebuah narative. Narative dibawah ini yang berjudul 'The Legend of Malin Kundang' menjadi pilihan saya.
The Legend of Malin Kundang
            A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a women and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang’s father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother.
Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town.
One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant’s ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone.
Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”
An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant. She was Malin Kundang’s mother. She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her “Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!” after that he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness.
Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn’t apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail.
In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly, he turned into a stone.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era WINGS BTS

Tiba-tiba merindukan BTS pada Era WINGS. Mungkin karena pada era itulah pertama kali benar-benar merasa jatuh cinta pada BTS setelah suka pada pandangan pertama di MV Dope. Segala hal tentang Album WINGS menjadi sangat menggairahkan, mulai dari trailer melalui film pendek yang dibagi untuk setiap masing-masing member, hingga buku dari penulis Hermann Hesse yang menjadi latar belakang konsep Album mereka ini. Album ini sangat luar biasa dengan gaya klasik sekaligus modern, musik yang sangat menggambarkan sebuah perasaan yang kuat dari masing-masing member dengan lagu solo setiap member dan segala teori yang diberika oleh Big Hit tentunya ditambah dengan kecerdasan dari otak RM sang Leader. Benar-benar setiap bagian dari Album ini luar biasa. Nama WINGS itu sendiri benar-benar membawa mereka terbang keatas kepopuleran Worldwide seperti saat ini. Karena Album inilah saya mulai mengikuti apapun mengenai BTS. Tidak hanya menyukai lagu-lagu mereka, mengikuti kegiatan mereka, menonton ...

Hubungan persahabatan itu lebih ribet dari pada pacaran tapi tidak akan sekental darah

Bukannya ga menikmati lingkaran pertemanan ini, cuman lebih ribet harus menyesuaikan diri dengan lebih dari 1 orang. Belum menjaga perasaannya, jadi jika sakit hati pun sakitnya berlipat. Apa efek baper berkepanjangan? Tapi saking panjangnya sampe ga ada ujungnya. Apa efek karakter yg ga bisa menyesuaikan? Tapi masa cuma sendiri yg harus berjuang. Dikiranya ga akan ada yg namanya pilih kasih, tapi ternyata kerasa banget. Bilangnya ga suka kalo ada yg baper melebihi status teman tapi seperti sekedar bacotan. Pada akhirnya cuma kalimat ini yg terlintas "ah sudahlah, aku masih punya Allah dan keluarga yg lebih pantas aku pikirkan." Bukannya tidak peduli tapi air tidak akan pernah menjadi sekental darah. Bukannya tidak senang, malah akan selalu bersyukur atas semua karunia ini apapun bentuknya.

Pidato Seren Sumeren

Saat ujian praktek Bahasa Sunda SMP, saya berpidato Seren Sumeren atau serah terima pengantin (mungkin kalo di Indonesia-in) :D Dibawah ini pidato yang saya pilih :) Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bissmillah nu jadi sekar pangiring catur nu jadi tuturus laku muru sampuraning rahayu, banjaran jatining bagja. Alhamdulillah minangka panyinglar riya anu pasolengkrah dina manah, panundung ujub sareng takabur nu ngawujud dina kalbu, pangusir gumaki nu ngadaki dina ati. Nu tinggal iwal ti beresihna ati geusan nampa jorelatna Alloh, sareng safa’atna Rosululloh SAW. mangrupikeun salah sawios do’a nu nandakeun kadeudeuh anu maneuh ka gusti jungjunan alam kakasih Robbil ‘alamin. Mantena pisan anu janten tuturus laku kanggo umatna, kalebet urang sadaya geusan sumujud ka dzat Allah aja wajala. Palawargi jaler istri anu mulya utamina ka pangersa saebul bet di dieu, sim kuring atas nami kulawargi bapa H. Eman rawuh rombongan, disarengan ku muji syukur ka Gusti nu Maha Agung, ngahaturkeun re...