Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan Sistem Pendidikan Indonesia?


Sistem pendidikan Indonesia seringkali mendapatkan kritik dari berbagai lapisan masyarakat. Baik dalam pembentukan kurikulum maupun dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Tahun ini menteri pendidikan Indonesia dianggap gagal dalam melaksanakan Ujian Nasional 2013. Banyak soal serta lembar jawaban yang kurang dan keterlambatan soal datang ke sekolah-sekolah menjadi masalah utama tahun ini.

Ujian Nasional menjadi hal yang menakutkan bagi para siswa sekolah. Secara psikologis siswa tentu lebih tertekan dengan kewajiban mereka lulus dalam ujian. Tuntutan yang datang dari orang tua maupun pihak sekolah menjadi tekanan yang dahsyat bagi siswa sekolah.

Apakah UN salah? Mungkin iya, tetapi tidak seutuhnya kita menyalahkan UN. Jika kita perhatikan, kita telah diberi waktu 3 tahun menyiapkan diri untuk UN. Selalu kita berpikir ‘Belajar 3 tahun ditentukan dalam waktu 4 hari’, bagaimana kalau kita berpikir ‘Untuk menghadapi 4 hari kita diberi waktu 3 tahun’. Bukankah menteri pendidikan berbaik hati?

Jadi siapa yang salah dalam kualitas pendidikan di Indonesia? Kita coba tidak terlalu fokus dengan kemampuan kognisi. Dalam pendidikan ada juga pendidikan karakter, pendidikan karakter adalah pendidikan yang diberikan agar anak-anak memiliki karakter yang baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Jika kita dapat memenuhi pendidikan karakter tersebut dan semua siswa memiliki karakter yang baik tentu kemampuan kognisi juga tidak dipandang terlalu menakutkan.

Selain pendidikan karakter yang harus kita dahulukan dalam perbaikan Pendidikan Indonesia juga sistem dalam mengajar dikelas. Seperti terlalu fokus pada sistem hafalan, kurang sekali ketrampilan tangan, tidak ada pelajaran sistematika berfikir, pelajar tidak dididik meneliti alam, kurang penempaan fisikalist, sistem pendidikan penuh test tertulis.

Mungkin banyak kesalahan yang dilakukan pemerintah dalam menyusun sistem pendidikan Indonesia. Tetapi tidak semua permasalahan pendidikan Indonesia disebabkan pemerintah. Tentu jika tidak dengan kerja sama rakyatnya tidak akan ada kemajuan di negeri ini. Jadi mari kita bantu pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan Indonesia dari lingkungan terdekat dahulu yaitu dengan memperbaiki sistem belajar kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Kerja N..gapain aja sih?

KKN bersama 10 orang satu jurusan yang sama tetapi beda pergaulan ini memang tak perlu lagi adanya pdkt, hanya butuh sedikit penyesuaian dengan lingkungan. Yang dikhawatirkan adalah mood ini yang tidak bisa selalu diajak kompromi selama 40 hari dengan orang-orang yang selama ini mungkin tidak terlalu mengenali kemoodyan dan besarnya kegengsian ini. 9 orang berangkat tepat setelah pelepasan di kampus, berbeda denganku yang harus terlebih dahulu membantu pelaksanaan pertandingan bulutangkis dikampus. Baru mulai sudah menghabiskan jatah izin 4 hari, tak ada senang atau sedih yang pasti tak ada pilihan lain. Menepati janji teman untuk membantu pelaksanaan hajat besar ukmnya itu menjadi rasa tidak enak terhadap teman-teman KKN yang bukan orang baru. Menyusul ke posko dengan 5000 rupiah tiket kereta lokal menuju stasiun padalarang menjadi pengalaman baru lagi. Seru. Datang dengan keadaan hati yang cukup baik walaupun sebelumnya mendapatkan kejadian yang luar biasa mengagetkan. Disambut bai...

Menangis Dapat Menyelesaikan Masalah

            Masalah menjadi hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia menyelesaikan masalah adalah hal yang wajib untuk dapat meneruskan hidup. Dengan masalah yang begitu beragam, kita sering sekali tidak tahan dalam menghadapinya. Bahkan terkadang kita meneteskan air mata ketika masalah itu membuat diri kita tidak berdaya. Beberapa orang beranggapan menangis adalah tindakan bodoh, dan berkata bahwa menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Faktanya sekitar 89% orang merasa lebih baik sesaat setelah menangis. Beberapa ahli mengatakan air mata yang dihasilkan karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan mood seseorang. Terlalu banyak kadar mangan juga dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, dan perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan tersebut, dan membuat seseorang lebih merasa tenang. Menangi...

Hubungan persahabatan itu lebih ribet dari pada pacaran tapi tidak akan sekental darah

Bukannya ga menikmati lingkaran pertemanan ini, cuman lebih ribet harus menyesuaikan diri dengan lebih dari 1 orang. Belum menjaga perasaannya, jadi jika sakit hati pun sakitnya berlipat. Apa efek baper berkepanjangan? Tapi saking panjangnya sampe ga ada ujungnya. Apa efek karakter yg ga bisa menyesuaikan? Tapi masa cuma sendiri yg harus berjuang. Dikiranya ga akan ada yg namanya pilih kasih, tapi ternyata kerasa banget. Bilangnya ga suka kalo ada yg baper melebihi status teman tapi seperti sekedar bacotan. Pada akhirnya cuma kalimat ini yg terlintas "ah sudahlah, aku masih punya Allah dan keluarga yg lebih pantas aku pikirkan." Bukannya tidak peduli tapi air tidak akan pernah menjadi sekental darah. Bukannya tidak senang, malah akan selalu bersyukur atas semua karunia ini apapun bentuknya.