Langsung ke konten utama

Sebenarnya siapa orang yang dituju dalam setiap umpatan?

Ketika yang satu bilang, "orang-orang sekarang ga berpendidikan asal ngomong aja". Yang satu lagi bilang, "kenapa sih jadi orang goblok banget?". Yang lainnya bilang "omongan tuh dijaga yah, jangan asal ngebacot ga ngaca sama dirinya". Sebagian besar bilang kata-kata itu ditujukan untuk orang-orang yang disebut "Netizen". Netizen yang sekarang punya embel-embel maha benar. Tapi bukannya sebenarnya kita saling menuduh? Siapa sebenernya pihak yang salah? Yang avanya artis-artis korea kah? Yang kalo ngomong selalu ada nama binatangnya kah? Yang kemana-mana selalu mempertanyakan hadis dan ayat al-qurannya kah? Yang kalo dibuka profilnya isinya cuma video-video porno kah? Atau yang selalu mengeluhkan hidupnya kah? Atau orang-orang yang selalu berfikir dia paling benar tanpa berfikir panjang tentang keputusan orang lain? Siapa yang sebenarnya dituju dengan kata-kata merendahkan? Berhenti menjudge orang lain. Berhenti menegur dengan kata-kata mencela dan memukul rata semua orang. Kalian tidak akan pernah tau kisah hidup, pengalaman buruk, rasa sakit dan keperihan dari masing-masing orang yang ada di dunia ini. Karena kalian juga pasti memiliki kisah hidup, pengalaman buruk, rasa sakit dan keperihan yang tidak semua orang tau kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangis Dapat Menyelesaikan Masalah

            Masalah menjadi hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia menyelesaikan masalah adalah hal yang wajib untuk dapat meneruskan hidup. Dengan masalah yang begitu beragam, kita sering sekali tidak tahan dalam menghadapinya. Bahkan terkadang kita meneteskan air mata ketika masalah itu membuat diri kita tidak berdaya. Beberapa orang beranggapan menangis adalah tindakan bodoh, dan berkata bahwa menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Faktanya sekitar 89% orang merasa lebih baik sesaat setelah menangis. Beberapa ahli mengatakan air mata yang dihasilkan karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan mood seseorang. Terlalu banyak kadar mangan juga dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, dan perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan tersebut, dan membuat seseorang lebih merasa tenang. Menangi...

Kuliah Kerja N..gapain aja sih?

KKN bersama 10 orang satu jurusan yang sama tetapi beda pergaulan ini memang tak perlu lagi adanya pdkt, hanya butuh sedikit penyesuaian dengan lingkungan. Yang dikhawatirkan adalah mood ini yang tidak bisa selalu diajak kompromi selama 40 hari dengan orang-orang yang selama ini mungkin tidak terlalu mengenali kemoodyan dan besarnya kegengsian ini. 9 orang berangkat tepat setelah pelepasan di kampus, berbeda denganku yang harus terlebih dahulu membantu pelaksanaan pertandingan bulutangkis dikampus. Baru mulai sudah menghabiskan jatah izin 4 hari, tak ada senang atau sedih yang pasti tak ada pilihan lain. Menepati janji teman untuk membantu pelaksanaan hajat besar ukmnya itu menjadi rasa tidak enak terhadap teman-teman KKN yang bukan orang baru. Menyusul ke posko dengan 5000 rupiah tiket kereta lokal menuju stasiun padalarang menjadi pengalaman baru lagi. Seru. Datang dengan keadaan hati yang cukup baik walaupun sebelumnya mendapatkan kejadian yang luar biasa mengagetkan. Disambut bai...

Narative "The Legend of Malin Kundang"

  Pasti udah biasa kalo disekolah bahasa inggris belajar tentang narative, waktu SMP saya pernah disuruh untuk mencari sebuah narative. Narative dibawah ini yang berjudul 'The Legend of Malin Kundang' menjadi pilihan saya. The Legend of Malin Kundang             A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a women and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang’s father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant’s ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates...