Langsung ke konten utama

I'm 22

Feel like Tylor Swift. Dua tahun berkepala dua ga ngerasa ada perubahan sama sekali. Berasa gini-gini aja, well mungkin gara-gara anak bungsu dan emang kelakuan kaya bocah dari dulu. Kesukaan sama kartunnya yang ga bisa berenti, dari spongebob, tom and jerry, chalk zone, dan yang sampe sekarang semua film animasi disney apalagi pixar. Tapi kelakuan bocah bukan berarti bener-bener ga sadar bahwa umur makin tua. Gimana menjalani hidup sampe menghadapi dunia sosial yang emang menjadi penanda kedewasaan dihadapan oranglain itu sih yang paling penting.

Dari dulu emang sangat tidak bersahabat dengan angka. Ketika pagi-pagi bangun mamah udah nanya "ulang tahun yang ke-21 yah?" Cuma jawab "hah? Iya kali." Sumpah baru bangun ditanya umur ya mana inget. Setelah itung-itung lagi ternyata 22. Say sorry juga buat orang-orang yang selalu kelewat diucapin ulang tahunnya, sumpah bukannya ga mau ngucapin tapi ya lupa kalian ulang tahunnya kapan. Maklum orang yang males banget nginget angka dan ya emang bukan seseorang yang menspesialkan hari ulang tahun sih. Toh setiap hari itu sama, kita sama-sama harus bersyukur tiap hari masih dikasih umur.

Ulang tahun ga melulu tentang kue, lilin ataupun kado, yang penting perasaan bersyukur kita atas apa yang Tuhan berikan sampe saat ini. Diusia ini penanda bahwa kita beranjak keusia dewasa, meninggalkan dunia remaja. Yang berarti lebih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi tapi well santai aja sih ngadepinnya, selagi itu dihadapi dengan tenang pasti bisa dilewati dengan baik. Banyak banget yang pengen dilakuin diusia yang mumpung masih muda ini, banyak tempat yang pengen dikunjungi. Tapi yah karena masih banyak dan besar juga tanggungjawab yang harus diselesaikan, ga mungkin kita meninggalkannya begitu saja. Menyelasaikan kuliah dengan baik is number one.

Yang menjadi fokus utama di 22 ini adalah mengubah gaya hidup yang sebelumnya ga dipeduliin sama sekali. Gaya hidup yang biasanya random banget ngikutin mood sesuka hati. Sekarang pengen banget diberesin. Ditata dengan rapih. Supaya hati juga ga random segimana moodnya dia. Dimulai dari bangun tidur harus ngapain sampe sebelum tidur harus ngapain. Sampe ada target harus berubah jadi orang yang punya gaya hidup yang sehat. Ga cuma buat fisik tapi sehat juga secara religi dan mental sosial. Satu yang susah dari semua itu adalah mempertahankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangis Dapat Menyelesaikan Masalah

            Masalah menjadi hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia menyelesaikan masalah adalah hal yang wajib untuk dapat meneruskan hidup. Dengan masalah yang begitu beragam, kita sering sekali tidak tahan dalam menghadapinya. Bahkan terkadang kita meneteskan air mata ketika masalah itu membuat diri kita tidak berdaya. Beberapa orang beranggapan menangis adalah tindakan bodoh, dan berkata bahwa menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Faktanya sekitar 89% orang merasa lebih baik sesaat setelah menangis. Beberapa ahli mengatakan air mata yang dihasilkan karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan mood seseorang. Terlalu banyak kadar mangan juga dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, dan perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan tersebut, dan membuat seseorang lebih merasa tenang. Menangi...

Kuliah Kerja N..gapain aja sih?

KKN bersama 10 orang satu jurusan yang sama tetapi beda pergaulan ini memang tak perlu lagi adanya pdkt, hanya butuh sedikit penyesuaian dengan lingkungan. Yang dikhawatirkan adalah mood ini yang tidak bisa selalu diajak kompromi selama 40 hari dengan orang-orang yang selama ini mungkin tidak terlalu mengenali kemoodyan dan besarnya kegengsian ini. 9 orang berangkat tepat setelah pelepasan di kampus, berbeda denganku yang harus terlebih dahulu membantu pelaksanaan pertandingan bulutangkis dikampus. Baru mulai sudah menghabiskan jatah izin 4 hari, tak ada senang atau sedih yang pasti tak ada pilihan lain. Menepati janji teman untuk membantu pelaksanaan hajat besar ukmnya itu menjadi rasa tidak enak terhadap teman-teman KKN yang bukan orang baru. Menyusul ke posko dengan 5000 rupiah tiket kereta lokal menuju stasiun padalarang menjadi pengalaman baru lagi. Seru. Datang dengan keadaan hati yang cukup baik walaupun sebelumnya mendapatkan kejadian yang luar biasa mengagetkan. Disambut bai...

Narative "The Legend of Malin Kundang"

  Pasti udah biasa kalo disekolah bahasa inggris belajar tentang narative, waktu SMP saya pernah disuruh untuk mencari sebuah narative. Narative dibawah ini yang berjudul 'The Legend of Malin Kundang' menjadi pilihan saya. The Legend of Malin Kundang             A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a women and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang’s father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant’s ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates...