Langsung ke konten utama

Puasa Sosial Media di Ramadhan 1439 H

Source : Pinterest

Bulan puasa kali ini seperti biasanya, tak ada yang spesial kecuali pikiran ini yang semakin liar. Gemini yang overthinking ini membuatku dilema dipertengahan bulan puasa ini. Perdebatan yang menguras emosi, yang debat siapa yang disini yang emosinya. Gitulah, efek media sosial. Liat postingan orang yang galau, mikirnya kemana-mana sampe nyalahin diri sendiri padahal belum tau postingan orang itu buat siapa. Pernah juga ngerasa orang posting sesuatu buat bales postingan, padahal belum tentu.

Itu semua adalah pemikiran liar yang menjadi awal Puasa Sosial Media. Bukan berarti bener-bener ga make sosial media, karena sosial media masih ada manfaat positifnya juga kok. Dapet informasi ini-itu biar pas interaksi sama orang ga kudet-kudet amat. Maksud puasa sosial media disini stop dulu post di Instagram atau ngetweet di Twitter. Terhitung 2 minggu ini puasa sosial media, walaupun masih bandel retweet with comment :')

But well, walaupun cuma 2 minggu dan masih ada bandelnya udah kerasa banget perubahannya. Lebih tenang banget deh idupnya. Ga punya beban ataupun penyesalan sekecil apapun. Percayalah rasanya tuh nikmat banget, walaupun awalnya masih suka ga kuat pengen ngepost, bikin ig story, ngetweet yang nyindir orang. Tapi setelah ditahan rasanya lega banget, karena yakin kalo ngepost, bikin ig story, atau ngetweet yang nyindir orang pasti ada rasa nyesel sekecil apapun itu.

So, pelajaran yang diambil dari Puasa Sosial Media ini adalah,
  1. Stop nyindir-nyindir orang yang ga jelas, mending ngomong langsung ke orangnya kalo emang ga suka atau curhat ke temen yang pasti ngerti banget masalahnya.
  2. Stop bikin status yang menjelaskan kamu banget deh. They don't have to know who you are, just let them love you just the way they are.
  3. Dari pada kebanyakan bikin status mending banyakin interaksi langsung sama orang-orang terdekat. Jangan sampai media sosial menjadikan yang dekat menjadi jauh. Atau bisa juga kamu melampiaskan status-status kamu menjadi tulisan yang lebih bermanfaat kaya contohnya blog ini :D
Karena ga mungkin melakukan Puasa Sosial Media ini selamanya (karena gatel juga pengen bikin ig story) so, mungkin untuk seterusnya pergunakan media sosial dengan bijak. Jangan seasal ceplos gitu aja bikin status, mikir akibat panjangnya yang akan ditimbulkan dari sebuat status. Mungkin postingan oranglain menyakitimu, tapi jangan biarkan postinganmu menyakiti orang lain.

"They all don't have to know about your life, they will be know by themself if they really care."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangis Dapat Menyelesaikan Masalah

            Masalah menjadi hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia menyelesaikan masalah adalah hal yang wajib untuk dapat meneruskan hidup. Dengan masalah yang begitu beragam, kita sering sekali tidak tahan dalam menghadapinya. Bahkan terkadang kita meneteskan air mata ketika masalah itu membuat diri kita tidak berdaya. Beberapa orang beranggapan menangis adalah tindakan bodoh, dan berkata bahwa menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Faktanya sekitar 89% orang merasa lebih baik sesaat setelah menangis. Beberapa ahli mengatakan air mata yang dihasilkan karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan mood seseorang. Terlalu banyak kadar mangan juga dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, dan perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan tersebut, dan membuat seseorang lebih merasa tenang. Menangi...

Kuliah Kerja N..gapain aja sih?

KKN bersama 10 orang satu jurusan yang sama tetapi beda pergaulan ini memang tak perlu lagi adanya pdkt, hanya butuh sedikit penyesuaian dengan lingkungan. Yang dikhawatirkan adalah mood ini yang tidak bisa selalu diajak kompromi selama 40 hari dengan orang-orang yang selama ini mungkin tidak terlalu mengenali kemoodyan dan besarnya kegengsian ini. 9 orang berangkat tepat setelah pelepasan di kampus, berbeda denganku yang harus terlebih dahulu membantu pelaksanaan pertandingan bulutangkis dikampus. Baru mulai sudah menghabiskan jatah izin 4 hari, tak ada senang atau sedih yang pasti tak ada pilihan lain. Menepati janji teman untuk membantu pelaksanaan hajat besar ukmnya itu menjadi rasa tidak enak terhadap teman-teman KKN yang bukan orang baru. Menyusul ke posko dengan 5000 rupiah tiket kereta lokal menuju stasiun padalarang menjadi pengalaman baru lagi. Seru. Datang dengan keadaan hati yang cukup baik walaupun sebelumnya mendapatkan kejadian yang luar biasa mengagetkan. Disambut bai...

Narative "The Legend of Malin Kundang"

  Pasti udah biasa kalo disekolah bahasa inggris belajar tentang narative, waktu SMP saya pernah disuruh untuk mencari sebuah narative. Narative dibawah ini yang berjudul 'The Legend of Malin Kundang' menjadi pilihan saya. The Legend of Malin Kundang             A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a women and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang’s father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant’s ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates...